#Jurnal 36 RINITIS ALERGI

Rinitis Alergi adalah inflamasi membran mukosa hidung yang disebabkan oleh paparan zat alergenik akibat terhirup melalui udara. Rhinitis alergi merupakan faktor risiko asma. Sebanyak 78% pasien asma mempunyai gejala nasal, dan sekitar 38% pasien rinitis alergi menderita asma. A. Patofisiologi

#Jurnal 35 PARU OBSTRUKTIF KRONIK / COPD

COPD adalah penyakit yang ditandai dengan keterbatasan jalan udara dan bersifat progresif yang tidak sepenuhnya dapat pulih kembali. Penyebab paling umum COPD adalah bronkitis dan emfisema. Bronkitis Kronik è sekresi berlebih mukus kronik atau berulang pada cabang bronkus (terjadi batuk

#Jurnal 34 OBAT SALURAN NAFAS

Fungsi Obat Antitusif (menekan dan menghambat batuk) Codein, Dextrometrofan, Noscapin, Menthol Ekspektoran (merangsang pengeluaran dahak dari saluran nafas) Guafenesin (GG), Ammonium Chlorida, Succus Liquirtae, Natrium Sitrat Mukolitik (mengencerkan sekret dengan memecah benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum) Ambroxol, Bromhexin, Erdostein,

#Jurnal 33 ASMA

Asma adalah gangguan inflamasi kronik pada jalan udara yang melibatkan banyak sel dan komponennya. Patofisiologi Faktor yang menyebabkan asma dapat diketahui atau tidak diketahui, terutama asma mendadak. Faktor yang diketahui misalnya paparan alergen, virus, atau polutan yang menginduksi respon inflamasi.Alergen

#Jurnal 32 OBESITAS

Klasifikasi Kegemukan dan Obesitas berdasarkan Body Mass Index (BMI), Lingkar Pinggang / Waist Circumference (WC), dan Risiko Penyakit Terkait.       Risiko Penyakit (Relatif terhadap Berat Badan dan Lingkar Pinggang Normal)   BMI (kg/m2) Kelas Obesitas Men ≤40 in

#Jurnal 31 GLAUKOMA

Pengertian: gangguan okular yang ditandai dengan perubahan pada pusat saraf optik (lempeng optik) dan kehilangan sensitivitas visual dan jarak pandang. Terapi A. Parasimpatomimetik (Agonis Kolinergik)             Bekerja secara langsung sebagai obat parasimpatomimetik yang menyebabkan terjadinya konstriksi pupil, menstimulasi otot silari,

#Jurnal 30 PSORIASIS

Penyakit inflamasi kronik pada kulit yang umum terjadi dan ditandai oleh kekambuhan yang lebih parah serta pengurangan ketebalan kulit, eritema, dan pengelupasan plak. Terapi 1. Topikal Kortikosteroid memiliki efek antiinflamasi, anti proliferasi, imunosupresif, dan vasokonstriktif. Penggunaan topikal paling oklusif dan

#Jurnal 29 ANTI JAMUR

Penggolongan obat Anti jamur berdasarkan Iso Farmakoterapi (2013): 1. Golongan Polien Amfoteresin: tidak di absorpsi oleh saluran cerna dan merupakan satu-satunya anti jamur yang diberikan secara parenteral. Digunakan untuk infeksi jamur sistemik dan aktif terhadap sebagian jamur dan ragi. Obat

#Jurnal 28 AKNE

Pengertian: Inflamasi pada folikel kelenjar minyak (sebaceous) yang terletak di wajah atau tubuh bagain atas. Patofisiologi Peningkatan produksi sebum, pengelupasan keratinosit, pertumbuhan bakteri, dan inflamasi.Lesi primer = penyumbatan folikel pilosebaceous menghasilkan komedo.Pustula= dinding folikular rusak atau pecah dan isi folikel

#Jurnal 27 SYOK

Pengertian: perubahan hemodinamik (ex. Hipotensi, takikardia, rendahnya curah jantung) disebabkan oleh defisit volume intravaskular, gagal pompa miokardial (syok kardiogenik), atau vasodilatasi perifer (septik, anafilaktik / syok neurogenik). Patofisiologi Hasil kegagalan sistem sirkulatori untuk mengantarkan Oksigen (O2) yang cukup ke jaringan

Recent Posts