Terjadi Fluktuasi yang sangat ekstrem pada suasana hati  (mood), energi, dan tingkah laku yang berulang.

Jenis-jenis Bipolar:

  • Depresi mayor           : Berisiko untuk bunuh diri (ketidakstabilan suasana hati), insomnia berlebihan, kurang energi, retardasi psikomotor, gangguan kognitif, anhedonia, penurunan aktivitas seksual, bicara melambat, keinginan yang tinggi untuk makan yang mengandung karbohidrat, dan BB meningkat.
  • Mania                         : Halusinasi, delusi paranoid / grandiosa, perlu perawatan di rumah sakit.
  • Hipomania                 : gangguan thp fungsi sosial dan pekerjaan, delusi, maupun halusinasi. Pada fase ini pasien dapat menjadi lebih produktif dan kreatif.
  • Kombinasi Episode   : sulit didiagnosa. Perilaku konsumsi alkohol dan penyalahgunaan obat, gejala ansietas, angka bunuh diri tinggi, dan prognosis yang lebih buruk.

Patofisiologi

  • Perubahan hormon selama siklus menstruasi
  • Periode setelah melahirkan
  • Fase perimenopause

Terapi

Terapi Lini Pertama     : Litium, Natrium divalproat (valproat), dan olanzapin.

  • Valproat memiliki efikasi yang tinggi dibandingkan lithium.
  • Terapi Mania Akut (terapi penunjang lithium dan valproat): Aripiprazol, kuetiapin, risperidon, dan ziprasidon.
  • Apabila dalam waktu 2-4 minggu menggunakan penstabil suasana hati (lithium, lamotigrin, valproat) tidak merespon, maka di tambah karbamazepim, okskarbamazepim, atau obat antipsikotik atipikal.

Terapi Lini Kedua       : Golongan benzodiazepim potensi tinggi (Klonazepam dan Lorazepam) merupakan antipsikotik yang digunakan untuk agitasi, ansietas, panik, dan insomnia.

Tipe Definisi Keterangan ESO
Sindrom Mania Penyebab: tingginya kadar serotonin dalam celah sinaps neuron, khususnya pada celah limbik yang berdampak terhadap “Dopamin receptor supersentivity”. Lithium Karbonate dapat mengurangi “dopamin receptor supersentivity” dengan meningkatkan “cholinergic muscarinic activity” dan menghambat “cyclic AMP (adenosin monophosphate) & phosphoinositides” Lithium: Gangguan saluran cerna (maag dan diare). Polidipsia, poliuria, dan nokturia.
Terapi Mood Episode pada pasien Bipolar (Dipiro, 2015)
Hipomania Memulai dengan penstabil Mood: Lithium, Valproate, Carbamazepine, atau SGA. Tambahkan benzodiazepim (lorazepam dan klonazepam) apabila px agitasi/cemas dan insomnia.   Alternatif: Oxcarbazepine
Jika tidak merespon kombinasi: lithium + Antikonvulsan / SGAAntikonvulsan + SGA (second-generation antipsychotic.)
Mania Kombinasikan 2 / 3 obat (Litium, Valproat, atau SGA) di + Benzodiazepim (Lorazepam dan Klonazepam) dan / antipsikotik untuk px agitasi dan insomnia jangka pendek.   #jangan gabungkan antipsikotik   Alternatif: karbamazepim. Bisa juga oxcarbazepine apl tidak merespon carbamazepim
Jika tidak merespon kombinasi: lithium + Antikonvulsan + AntipsikotikAntikonvulsan + Antipsikotik
Episode Depresi Ringan sampai Sedang Memulai dengan penstabil mood: Lithium / quetiapine.   Alternatif: Antikonvulsan: lamotrigin, valproate. antipsikotik: kombinasi fluoxetine (SSRI) / olanzapine
Episode Depresi Berat Memulai dengan penstabil mood: Lithium / Quetiapine. Apl px mengalami psikosis ditambah fluoxetine / olanzapine.   Alternatif: Antikonvulsan: lamotrigin, valproate.  
Jika tidak merespon: Karbamazepim atau ditambah antidepresan

Antikonvulsan / mencegah kejang      : Sodium Divalproex, Asam Valproat, Lamotrigine, Karbamazepim, Oxcarbazepim, klonazepam, Lorazepam, Gabapentin, Topiramat.

Hamil

ECT (electroconvulsive therapy) digunakan untuk mania berat atau depresi selama kehamilan dan untuk episode campuran; sebelum perawatan, antikonvulsan, litium, dan benzodiazepin harus diturunkan untuk memaksimalkan terapi dan meminimalkan efek samping.

Ketika lithium digunakan selama kehamilan, gunakan dosis efektif terendah untuk mencegah kekambuhan, sehingga mengurangi risiko sindrom bayi “floppy”, hipotiroidisme, dan gondok tidak beracun pada bayi.

Benzodiazepines ClobazamClonazepamDiazepamLorazepamHydantoinPhenytoinSuccinimideEthosuximide   Mekanisme Mengatasi kecemasan dengan cara potensiasi aktivitas GABA   Memiliki efek utama: sedasi, hipnosis, anti ansietas, relaksasi otot, dan anti konvulsi
Obat Anti Psikotik
ANTI PSIKOTIK GENERASI KE 1 / FGA / TIPIKAL Golongan Phenotiazid Clorpromazine Perphenazine Trifluoperazine Fluphenazine Thioridazine Golongan Butyrophenone Haloperidol Golongan Diphenylbutyl Piperidine Pimozide ANTI PSIKOTIK GENERASI KE 2 (SGA) / ATIPIKAL Golongan Benzamide Sulpiride Golongan Dibenzodiazepim Clozapine Olanzapine Quetiapine Zotepine Golongan Benzisoxazole Risperidone Ariperidone
Mekanisme Kerja Sebagai Dopamin Reseptor Antagonist. APG-1 memblokade Dopamin pada reseptor pasca sinaptik neuron otak, khususnya di sistem limbik dan sistem ekstrapiramidal sehingga efektif untuk gejala positif (+).   Efek: APG-1 dosis rendah lebih bersifat sedasi (penenang), sehingga efektif untuk pasien yang agitatif. Mekanisme Kerja APG-2 / Anti Psikosis Atipikal yang bermanfaat untuk gejala positif (+) dan  negatif (-). Efikasi lebih baik dan ESO minimal.   Sebagai serotonin – Dopamin Receptor Antagonist (SDA). Obat ini berafinitas pada “Dopamin D2 receptor dan Serotonin 5HT2 reseptor”.

DAFTAR PUSTAKA

DiPiro J.T, Wells B.G, Schwinghammer T.L, DiPiro C. V, Pharmacotherapy Handbook 9th edition, McGraw-Hill Education Companies, USA, 2015

    Leave a Comment

    Recent Posts